Menulislah Agar Berprestasi
Judul : Menulislah agar berprestasi
Resume : ke- 27
Gelombang : 29
Hari/Tanggal : Jumat, 25 Agustus 2023
Tema : Berprestasi dan Go
Internasional Berkah Menulis
Narasumber : Rita Wati, M. Kom.
Moderator : Nur Dwi Yanti, M.Pd.
Sahabat bloger yang budiman,
Banyak kisah orang sukses yang berawal dari
keadaan dirinya yang bukan siapa-siapa, orang yang berada dalam keadaan yang
tidak baik-baik saja atau orang yang ada dalam banyak kesulitan serta hambatan.
Demikian juga kisah para penulis sukses,
tidak sedikit para penulis sukses yang lahir dari orang yang minim ide,
gagasan ataupun minim kemampuan dasar menulis. Namun berkat kerja keras,
akhirnya mereka keluar dari keadaan yang membelenggunya dan berubah menjadi
sosok inspiratif yang bermanfaat bagi banyak orang karena ide-ide kreatif dan
inspiratifnya dalam bentuk tulisan.
Seperti Narasumber hebat
kali ini, yang terlahir dengan nama Rita Wati di Tanjungpinang pada tahun 1982
dari orang tua berdarah minang ditemani moderator hebat yang tak asing lagi
yaitu Ibu Nur Widi Yanti, M.Pd. atau kerap disapa Ibu NDY. Ibu Rita yang
memiliki hobi, menulis, browsing dan mencoba tools baru ini juga berprofesi
sebagai guru Informatika di SMP Negeri 2 Mendoyo
Kab.Jembrana Provinsi Bali. Ibu Rita adalah alumni Gel 10 KBMN PGRI dan mulai
menjadi narsum di KBMN sejak gel 16.
Perjalanan Ibu Rita menjadi penulis hingga ditawarkan
menjadi kurator, editor, moderator dan sekarang aktif diundang sebagai narsum
hingga menjadi juara blog dan Guru Inspiratif Terbaik Nasional. Selain itu Ibu
Rita berkesempatan belajar di Harvard dan Volunteer AIV, waow sangat
menginspirasi!
Sejak Tahun 2001 saat berstatus sebagai mahasiswa Ibu
Rita telah tertarik dengan dunia menulis. Hal itu berawal dari pertemanannya dengan
seorang penulis yang telah menerbitkan buku. Namun karena ketidaktahuannya
tentang dunia penulisan keinginan tersebut hanya terpendam sampai 14 Tahun
kemudian.
Tepatnya di Tahun 2005, keinginannya menulis mulai
menggebu kembali dengan menulis apa yang ada di pikirannya serta berhasil
menghasilkan beberapa cerpen. Puncaknya ketertarikannya adalah keinginan
membuat novel dan telah berhasil sebanyak 80 halaman. Namun demikian, karena
ketidakpedeannya Ibu Rita tidak berani tulisannya dibaca oleh orang lain sehingga
tulisan hanya mengendap di Hidden folder men-judge dirinya sendiri dengan
tulisan “KAMU TIDAK BERBAKAT MENJADI PENULIS” meskipun pada saat itu sudah
menulis dan menghasilkan tulisan.
Setelah lama tidak menghiraukan tentang tulisannya,
akhirnya datanglah Pandemi Covit-19 dan bertemulah dengan KBMN PGRI. Di kelas
KBMN PGRI Ibu Rita dipertemukan dengan dengan banyak Narsum hebat hingga
mendapat kesempatan menulis duet bersama Prof. Richardus Eko Indrajit yang menambah
rasa percaya dirinya dalam menulis.
Pada pertemuan 1-5 di KBM PGRI, Ibu Rita hanya sekedar
membuat resume untuk menggugurkan kewajiban. Mulai pertemuan ke-6 Ibu Rita mulai
berpikir bagaimana caranya membuat resume yang menarik tidak hanya copy paste namun
hasil olah kata sendiri. Pada awalnya tulisannya tidak pernah di share oleh Om
Jay dan ketika diolah sendiri akhirnya tulisan Ibu Rita dishare Om Jay. Di share
narsum pada saat itu sudah sangat senang apalagi dapat hadiah buku. Sejak saat itu
Ibu Rita mulai semangat menulis dan semakin menggebu hingga selesai 30 kali
pertemuan serta mulai diajak menjadi Kurator oleh bu Kanjeng.
Sahabat Bloger yang budiman,
Sampai saat ini Ibu Rita telah berhasil menerbitkan
4 buku solo, 1 buku duet bersama Prof Ekoji yang diterbitkan di penerbit Andi
dan 10 buku antologi dimana 5 antologi Ibu Rita yang menjadi kurator serta
editor lapis pertama dan 3 editor buku fiksi berupa cerpen dan novel karya
peserta KBMN. Karya Ibu Rita terbaru adalah buku Biografi Kepala BI Wilayah
Bali Nusra. Semua karena Ibu Rita bertemu dengan orang-orang hebat yang
menginspirasi dengan kisahnya sangat menyentuh namun mampu untuk bangkit.
Beberapa simpulan dari kisah Ibu Rita tentang
pengalamnnya adalah ketika semangat itu sedang tumbuh maka manfaatkanlah dengan
maksimal. Ketika sedang berapi menulis dan membuat video tutorial maka maksimalkanlah.
ikuti lomba-lomba blog dan kunjungi blog-blog para juara yang tulisanya expert.
Berawal dari sering kalah tapi karena terus
berusaha hingga akhirnya bisa mendapatkan juara dan setelah itu Ibu Rita mulai
berani mencoba untuk mendaftar kelas-kelas internasional. Akhirnya Ibu Rita
mampu berkesempatan belajar di CS50X Harvard University dan Vlounter AIV
kerjasama Kemendikbud dengan Kementrian Pendidikan Korea Selatan. tujuan awal Ibu
Rita menulis karena hobi ketika ada kompetisi mencoba mengikuti dan sekarang
bisa menjadi penghasilan. Awalnya mulai dari hadiah buku, tumbler, ATK hingga
tablet, laptop, uang tunai saya raih berkah dari belajar menulis di sini.
Sahabat Blober yang budiman,
Dari pengalaman Ibu Rita menjadi penulis dengan banyak
prestasi yang luar biasa disampaikan tentang:
§ Manfaat
Menulis
1.
Meredakan stress
2.
Memecahkan masalah dengan lebih
baik
3.
Menuangkan perasaan sesuai
keinginan
4.
Memperbaiki suasana hati
5.
Meningkatkan daya ingat
§ Agar
tulisan kita berbeda dari tulisan dari yang lain maka disarankan:
1. Mengembangkan keterampilan menulis.
2. Belajar teknik menulis yang efektif.
3.
Memahami struktur narasi,
pengembangan karakter dan alur cerita.
4.
Mengatasi hambatan dan kegagalan.
5.
Menerima kritik dan saran sebagai
bagian dari proses.
6.
Motivasi dan ketekunan dalam
menghadapi hambatan.
§ Tips
dalam menulis:
1.
Menulislah topik yang disenangi
2.
Kuasai diri sendiri
3.
Tulis semua ide yang muncul
4.
Buat judul yang menarik
5.
Fokus pada topik pembahasan
6.
Perbanyak baca buku sejenis
7.
Sering berlatih
8.
Pilih diksi yang tepat
9.
Sisipi dengan perumpamaan
10. Melakukan
riset
11. Ekspresi
dan emosi di dalam tulisan.
§ Untuk
membedakan tulisan kita dari karya yang maka kita harus mau:
1.
Mengembangkan Keterampilan
Menulis
2.
Belajar teknik-teknik menulis
yang efektif.
3.
Memahami struktur narasi,
pengembangan karakter, dan alur cerita.
4.
Mengatasi Hambatan dan Kegagalan
5.
Menerima kritik dan rejections
sebagai bagian dari proses.
6.
Motivasi dan ketekunan dalam
menghadapi hambatan.
7.
Mengembangkan Keterampilan
Menulis
8.
Belajar teknik-teknik menulis
yang efektif.
9.
Memahami struktur narasi,
pengembangan karakter, dan alur cerita.
10. Mengatasi
Hambatan dan Kegagalan
11. Menerima
kritik dan rejections sebagai bagian dari proses.
12. Motivasi
diri dan tekun dalam menghadapi hambatan.
Sahabat Bloger yang budiman,
Menjadikan kegiatan menulis bukan hanya sekadar
aktivitas rutin, tetapi juga merupakan sarana untuk meraih prestasi dan
menggapai panggung internasional sangat mungkin dilakukan siapa saja. Pada era
digital seperti sekarang, kemampuan menulis dengan baik dan efektif dapat
membuka peluang luas untuk berprestasi dan meraih pengaruh yang lebih luas. Maka
dari itu Pentingnya menemukan gaya dan suara unik dalam menulis.
Statement yg luar biasa dari Narasumber,
memberikan motivasi kita untuk terus menulis. Berbagi dalam bentuk tulisan
adalah kebermanfaatan yang akan mnjadi ladang pahala bagi kita. “Beberapa orang
memimpikan kesuksesannya, sementara yang lainnya bangun setiap pagi untuk mewujudkan
mimpinya.” - Wayne Huizenga
Semoga memotivasi kita yang zero ini menjadi hero.
Kita tidak akan faham kemana takdir akan menghilir tulisan kita. Tapi intinya
teruslah mencoba, insyaallah tulisan kita akan menemui takdir yang indah. yakinkan
pada diri agar tetap semangat terutama konsisten karen kita tidak
pernah tau takdir dari tulisan kita seperti yang kita rasakan saat ini
Satu kata kunci agar kita sukses menulis adalah “jangan pernah lelah menulis dan terus
menulis”. Dengan demikian, beribu godaan yang sering menerpa diri akan
kalah dan menjauh. Percaya diri dan yakin bahwa jika orang lain bisa kitapun
pasti bisa. Agar komitmen tetap terjaga dengan baik, carilah komunitas satu
frekwensi. KBMN PGRI adalah komunitas yang tepat bagi siapapun yang bermimpi
menjadi penulis, salam literasi.
Resume Forum Diskusi
P-1, Iah
Sutianah-Bandung
Bagaimana
ibu membagi waktu antara rumah (keluarga), profesi (guru), juga hobi (menulis)?
agar ketiga tiganya sejalan dan berkesinambungan?
Jawab:
Pointnya
manajemen waktu, dan dispilin pada diri sendiri
P-2,
Sarjana-Bali
Hanya perkenalan
saja
P-3,
Maryam-Tangsel
Mohon
tipsnya ibu agar pede dengan tulisan sendiri.
Jawab:
Tipsnya
buang jauh-jauh prasangka buruk ketika ibu mau mengeshare tulisan. coment apa
pun yang kita terima kita tampung. Jika ada yang mengkritik jadikan itu sebagai
masukan yang sangat berarti demi perbaikan tulisan kita kedepannya, yang kedua
Ibu bergabung dalam komunitas yang memiliki hobi yang sama yaitu menulis
seperti di kBM ini disini kita bisa saling memberi, menerima dan menghargai
tulisan.
P-4, Aripa-Muaro
Jambi
bagaimana
caranya untuk menjadi kokoh dan tidak mudah loyo ketika dapat kritikan pedas
soal tulisan kita?... karena kadang yang komentar tidak tau apa yang mereka
ucapkan itu menggores hati.
Jawab:
Untuk
menjadi kokoh dan tidak loyo kata kuncinya jangan BAPER sebagai contoh guru kita
Om Jay saya salut sama beliau di group apapun beliau selalu mengeshare tulisan
walaupun ada yang nyelentuk sangat tidak mengenakan tapi Om Jay tetap konsisten
sharing tuisannya.
Sebagai
manusia biasa kita tidak bisa membuat semua orang senang dengan tulisan kita
akan tetapi setidaknya masih ada yang meghargai bahkan berterimakasih dengan
tulisan yang telah kita buat.
P-5,
Ahmad Soleh-Jakarta
1.
Bagaimana Jalur tesis melalui jalur lomba?
2.
Program tesis melalui jalur lomba hanya ada di luar negeri atau ada juga di
Indonesia?
Jawab:
Kebetulan
di kampus saya Universitas Amikom Yogyakarta memberikan 3 jalur thesis, jalur
umum, jalur jurnal bereputasi dan jalur lomba.
Untuk
jalur lomba min juara 2 tk nasional, Alhamdulillah setelah saya diskusi dengan
dosen saya mengambil jalur lomba dengan jurnal publikasi. Saya penasaran
mengapa sulit menang lomba blog akhirnya saya melakukan peneltiian Penereapan
ALgoritma C4.5 Untuk Memprediksi Blog yang Memiliki Peluang Juara. ini termasuk
penelitian baru karena belum ada yang membahas, Berarti tergantung kampusnya
Pak, menyediakan jalur tersebut apa tidak.
P-6,
NDY-Tangsel
1. Adakah
tips efektif dalam penulisan karya ilmiah dalam lomba Blog?
2.
Apakah ada perbedaan penulisan baik format dan tata bahasa yang digunakan
antara jurnal dan tulisan ilmiah pada lomba Blog?
Jawab:
Tentu
berbeda tulisan karya ilmiah dengan lomba blog, ilmiah Baku sedangkan blog
banyak selingkungnya, pointnya tulisan karya ilmiah dan lomba blog berbeda.
Komentar
Posting Komentar