Judul: Akan Sembuh Pada Waktunya

Resume ke- 7

Gelombang 29

Hari/Tanggal Senin, 10 Juli 2023

Tema: Mengatasi Writer’s Block

Narasumber: Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr

Moderator: Ahmad Fatchudin


Sungguh sangat tidak enak saat Writer’s Block mendera, selain tersiksa dan hilangnya ide serta gagasan, rasa putus asa benar-benar sulit untuk dibendung. Untuk sekedar memilih masalah saja serasa buntu seperti tak ada jalan keluar. Keadaan seperti inilah yang kurasakan sejak 2 bulan terakhir, tepatnya setelah hasil PAK tahunan kuterima. Kenyataan pahit harus aku telan setelah pada apelan PAK tidak tertulis nilai laporan hasil penelitian yang sudah aku selesaikan dengan susah payah, sekuat tenaga dan merevisi sesuai saran penilai, sakit dan sedih dan tak tahu harus bagaimana. Lebih sakit lagi manakala tulisan ilmiah populerku pada rubrik opini tentang pendidikan di sebuah koran daerah juga tertolak dengan alasan tidak sesuai dengan tupoksi. Sejak itulah, semangat berkaryaku serasa musnah tak berbekas, targetku lepas tinggi di awang-awang dan sulit aku gapai kembali.

Tepat sekali yang disampaikan Ibu Dita, seseorang yang terkena Writer’s Block akan mengalami pelambanan dalam menulis. Ibarat virus flu, Writer’s Block bisa menyerang siapa saja yang memiliki imunitas literasi rendah atau terkena guncangan keadaan hingga melemahnya motivasi. Namun benar juga yang Ibu Dita sampaikan, bahwa virus Writer’s Block tak boleh dibiarkan dan dipelihara namun harus disembuhkan karena tak memberi untung sedikitpun. Menghilangkan keraguan dan menjauhkan dari hal-hal yang dapat melemahkan semangat adalah salah satu cara ampuh untuk mengobati Writer’s Block. Selain itu, menguatkan semangat dan mengabaikan penilaian orang atas karya kita akan menambah kekuatan dalam menangkal virus Writer’s Block, begitu lanjut Ibu Dita di akhir materinya.

Setelah menyimak materi dari Ibu Dita kini muncul keyakinan dan semangat baru untuk kembali menulis seperti beberapa waktu lalu yang sering mencurahkan uneg-uneg melalui pikiran pembaca atau pendapat guru pada sebuah koran daerah. Writer’s Block ini akan terus abadi dan membuatku semakin jauh dari ide dan inspirasi jika aku hanya berdiam diri dan taka da upaya. Ibu Dita bahwa berpesan, bahwa virus Writer’s Block dapat menyerang siapa saja bahkan penulis senior sekalipun. Namun, siapapun dapat mengobati dan sembuh jika pada diri penulis memiliki semangat dan tekat kuat untuk sembuh. Lebih baik berkarya meskipun tidak sebaik orang lain daripada tidak berkarya sama sekali. Kesimpulan materi dengan narasumber Ibu Dita adalah bahwa siapapun akan dapat mengatasi Writer’s Block jika memiliki keteguhan, tekat, kesabaran dan keyakinan diri yang kuat serta konsisten sampai benar-benar terlepas dari Writer’s Block hingga semangat untuk menulis kembali pulih. Terimakasih Ibu Dita yang luar biasa dan semua temans hebat di komunitas KBMN atas semua tips dan share baiknya agar virus Writer’s Block ini benar-benar menjauh dan tidak hinggap lagi.

Terlambatnya aku bergabung di komunitas KBMN adalah sebuah karunia dan keberuntungan yang tidak boleh aku sia-siakan. Meskipun berawal dari ketidaksengajaan dan hanya sekedar ingin tahu, namun pada akhirnya aku seperti terlahir kembali pada sebuah situasi yang belum pernah aku temukan sebelumnya. Komunitas yang didalamnya berisi orang-orang hebat yang tulus iklas untuk berbagi dan memotivasi sungguh sulit ditemui di luar sana. Om Jay yang luar biasa, Ibu Kanjeng yang hebat, Ibu Sri Utami yang sangat menginspirasi, tim solid yang tidak kalah hebat dan luar biasa dengan satu visi yang sama bergerak dan menggerakkan siapapun yang memiliki kemauan dan hasrat. Tak ada saling ejek, saling cibir apalagi saling serang, yang ada saling membantu dan menguatkan.

Aku harus bisa membuktikan bahwa darahku masih mengalir, pikiranku masih sehat dan mampu berfikir, ragaku masih kuat untuk menyangga hasrat dan mimpiku untuk bisa menulis dan berkarya. Aku ingin coretanku masih dapat dibaca anak dan cucuku ketika mata ini sudah terpejam dan tubuh terbujur kaku. Aku ingin anak dan cucuku bisa membaca ceretanku saat lidahku kelu, otakku beku dan bibirkupun sudah kaku tak mampu berucap. Aku ingin ada pesan baik yang tersimpan dan tertulis rapi di sebuah buku tatkala namaku hanya tinggal kenangan dan masa lalu. Melalui KBNM angkatan k2-19 bersama teman-teman hebatku Insha Allah mimpiku tidak hanya sebatas asa, namun akan menjadi kenyataan dan indah sampai waktunya, semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengatasi Virus WB

Membuat Buku Ajar