Judul: Belajar Menulis Fiksi Yuk

Resume ke- 9

Gelombang 29

Hari/Tanggal Rabu, 14 Juli 2023

Tema: Kiat Menulis Cerita Fiksi

Narasumber: Sudomo, S.Pt/MazMo

Moderator: Arofifah Afif/Bu Ovi


    “Jurnalisme membuat para pembacanya bisa menjadi saksi sejarah. Karya fiksi memberi         kesempatan kepada pembacanya untuk menghidupkannya”, (John Hersey).

  Pembaca yang budiman, materi diskusi malam ini cukup menarik yaitu tentang Kiat Menulis Fiksi disampaikan oleh Bapak Sudomo S.Pt  atau yang akrab disapa MazMo dengan moderator Ibu Arofifah Afif (Bu Ovi). Mazmo adalah seorang guru penggerak, pegiat literasi dan praktisi Edukasi dari Pulau Seribu Masjid Lombok. Mazmo adalah sosok kreatif inovatif yang lahir di Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Sukoharjo. Mazmo adalah seorang sarjana Peternakan Universitas Diponegoro Semarang dan pada Tahun 2005 MazMo mengadu nasib di Lombok Barat sehingga menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil. Saat ini MazMo berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat,  sebuah daerah yang populer dengan nama negri seribu mesjid dan laut yang sangat indah.

Perjalanan MazMo dalam menggiatkan literasi ditandai dengan aktivitasnya dalam dunia blog. Sebagai seorang narablog, MazMo banyak berbagi tentang literasi dan edukasi. Selain itu, juga puisi, cerita fiksi, dan kompetisi. Perjalanan literasinya terus berlanjut dengan menjadi narasumber berbagai kegiatan literasi.

Tidak sedikit buku solo karya MazMo baik berupa buku pelajaran, kumpulan resume, puisi, cerita anak maupun cerpen. Tidak sedikit penerbit yang telah menjalin kerjasama dan menerbitkan buah karya MazMo baik berupa buku cetak maupun digital yang tersedia di PlayStore Sebagai pegiat literasi yang tidak diragukan lagi, terbukti dari rekam jejak MazMo pada prestasinya di ajang kompetisi menulis di blog, menulis cerita rakyat maupun menulis fiksi.

Ibu Arofifah Afif atau dikenal dengan panggilan Bu Ovi berbagi cerita bahwa MazMo adalah guru penggerak angkatan ke-2 dan telah menghasilkan buku solo dari KBMN dari kumpulan resume yang dikemas dalam bentuk cerita fiksi yang diberi judul “Pahlawan Lterasi” Keren banget ya? Bu Ovi juga menyampaikan bahwa bagi penulis yang sudah handal tentu ingin lebih mengasah lebih terampil. Agar tulisan fiksi kita semakin memiliki power yang dahsyat maka, materi malam ini sangat tepat untuk mendukung eksistensi tulisan fiksi kita.

Pada awal materi MazMo melemparkan beberapa pertanyaan untuk dijawab masing-masing peserta sebagai langkah ‘Mulai dai Diri’. Pertanyaan itu adalah; 1) Seberapa sering Bapak/Ibu menulis cerita fiksi?; 2)Mengapa Bapak/Ibu tertarik menulis fiksi?; 3) Apa yang Bapak/Ibu pahami tentang menulis fiksi?; 4) Bagaimana langkah Bapak/Ibu agar bisa menulis fiksi dengan baik?

Sebagai moderator Ibu Ovi menyampaikan beberapa jawaban peserta yang

Bahwa dalam 1 Minggu baru bisa menulis 2 cerita fiksi karena bagi saya menulis cerita fiksi tidak bisa selesai dalam 1 kali duduk karena agak kerepotan pada penempatan tanda baca. Sekarang ini banyak berjamur platform menulis novel yang ketika kita bisa menulis dan banyak penggemar sehingga bisa mendapatkan cuan. jadi menulis fiksi saya pikir bisa menjadi ladang amal juga ladang kerja.

                Pada tahap eksplorasi konsep, MazMo membagikan materi dalam bentuk video dan file pdf sebagai materi penguatan. Setelah membaca dan mempelajari materi peserta dipersilahkan untuk bertanya tentang informasi yang belum dipahami atau ingin diperdalam secara lebih detail. Adapun isi materi yang dibagikan MazMo dapat dirangkum sebagai berikut:

1.       Alasan Harus Belajar Menulis Cerita Fiksi

a.       Salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi;

b.       Sebagai cara menemukan passion dalam bidang kepenulisan; Sebagai upaya menyembunyikandan menyembuhkan diri;

c.        Sebagai jalan mengeksplorasi kemampuan menulis

2.       Syarat Menulis Cerita Fiksi

a.       Komitmen dan niat yang kuat

b.       Kemauan dan kemampuan melakukan riset

c.        Banyak membaca cerita fiksi

d.       Mempelajari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Baha Indonesia (PUEBI).

e.       Memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.

f.         Menjaga konsistensi menulis.

3.       Bentuk cerita fiksi

a.       Fiksimini

Beberapa kata yang menggambarkan satu cerita utuh.

b.       Flash Fiction

Jumlah kata khusus, misalnya 50 kata, 100 kata dll.

c.        Pentigraf

Cerita pendek tiga paragraph

d.       Cerpen

Jumlah kata<7.500

e.       Novelet

Jumlah kata mulai 7.500 sampai 17.500

f.         Novela

Jumlah kata berkisar antara 17.500 sampai 40.000 kata.

g.       Novel

Jumlah novel kata lebih banyak dari 40.000 kata.

4.       Unsur Pembangun Cerita Fiksi

a.       Tema

i)       Tips menentukan tema: dekat dengan penulis, menarik perhatian penulis, bahan mudah diperoleh, dan ruang lingkup terbatas

ii)     Cara menentukan tema: Menyesuaikan dengan minat, mengangkat kehidupan nyata, berimajinasi, membaca, dan mendengarkan curahan hati

Contoh: Berkah kejujuran; Pendidikan dan kemiskinan; Persahabatan tiga anak SD; Pengalaman siswa selama Belajar di Rumah; Perjuangan guru selama Pembelajaran Jarak Jauh

b.       Premis

i)          Ringkasan cerita dalam satu kalimat;

ii)        Unsur-unsur premis: karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi;

iii)      Cara membuat premis: tulis masingmasing unsur pembentuknya kemudian rangkai menjadi satu kalimat utuh;

Contoh Premis: Seorang anak SD mengajak dua orang temannya melakukan perjalanan ke rumah kakeknya dan berusaha memperoleh pemahaman tentang materi IPA.

c.        Alur/Plot

i)          Struktur rangkaian kejadian dalam cerita;

ii)        Macam-macam alur: Alur maju, alur mundur, alur campuran, alur flashback, dan alur kronologis;

iii)      Unsur-unsur alur/plot: Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks, Penyelesaian/ending;

iv)      Unsur alur/plot tersebut urutannya bisa diubah tergantung pada jenis alur yang dipilih.

Contoh: Pengenalan cerita; Awal konflik; Menuju konflik; Konflik/klimaks; Ending

d.       Penokohan

i)     Penjelasan selangkah demi selangkah penjelasan detail karakter dalam cerita;

ii)   Macam-macam tokoh: protagonis, antagonis, dan tritagonis;

iii)      Teknik penggambaran tokoh: analitik, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan tokoh, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.

e.       Latar/Setting

i)   Penggambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita;

ii) Jenis-jenis latar: latar waktu, latar tempat, latar suasana, latar sosial, latar material, dan latar integral.

f.         Sudut Pandang

i)   cara penulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang diwujudkan dalam pandangan tokoh cerita;

ii) Macam-macam sudut pandang: Orang Pertama Tunggal, Orang Pertama Jamak, Orang Kedua, Orang Ketiga Tunggal, Orang Ketiga Jamak, dan Campuran

"Kamu mendapatkan ide dari mengkhayal. Kamu mendapatkan ide dari rasa bosan. Kamu mendapat ide setiap saat. Perbedaan penulis dengan orang biasa adalah kita sadar saat kita melakukannya. " Neil Gaiman

g.       Proses Kreatif Menulis

Niat, baca, ide/genre, outline, menulis, swasunting, publikas.

5.       Tips Menulis Cerita Fikai

a.     Niat:  Motivasi diri untuk memulai dan menyelesaikan tulisan

b.    Baca Fiksi Orang Lain

c. Upayamenemukan bahan belajar/referensi berupa ide, pemilihan kata, serta gaya dan teknik penulisan

d.    Ide dan Genre

i)         Segera catat saat ide mendadak muncul

ii)       Menemukan ide dengan cara mengembangkan imajinasi

iii)     Pemilihan genre disesuaikan dengan yang disukai dan dikuasai

6.       Outline

a.       Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi

b.       Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita

c.        Membuat premis sesuai tema Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya

d.       Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail

e.       Memilih sudut pandang penceritaan yang unik

7.       Menulis

a.Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)

b.    Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca

c. Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh

d.    Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi

e.Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas

f.  Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi) Membuat ending yang baik

8.       Swasunting

a.Dilakukan setelah selesai menulis;

b.    Jangan menulis sambil mengedit;

c.     Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;

d.    Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri; Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) danPedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

e.     Terakhir adalah mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi tulisan utuh. Yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah prinsip selesaikan apa yang telah dimulai dan jangan menulis sambil mengedit

Setelah peserta membaca materi, Bu Ovi meminta siapa yang akan bertanya untuk mengirimkan pertanyaan ke no WAnya, pertanyaan yang berhasil dijawab oleh Narasumber seperti terangkum di bawah  ini:

Pertanyaan pertama, Ib Rosidah:

Dalam penulisan cerita fiksi contohnya cerpen misalnya kita ingin menggambarkan kehidupan wanita dengan liku-liku kehidupannya, saya pribadi selaku guru dan juga muslimah sering ragu-ragu dan merenung untuk melanjutkan kalimat-kalimat fiksi yang menggambatkan nuansa kehidupan wanita malam misalnya, khawatir hal ini kurang "baik" atau masa guru menulis begitu detil dan vulgar? Masa muslimah ga memilih menulis ttg dakwah? Bagaimana solusi tentang hal ini, bgmn sebaiknya?

Jawab MazMo:

Selamat malam, Bu Rosjida. Terima kasih untuk pertanyaannya. Dalam menulis fiksi, sebenarnya penulis bebas, tetapi tidak sebebas-bebasnya, ya. Tetap ada rambu-rambu kelayakan sebuah tulisan yang harus dipatuhi. Rambu-rambu tersebut sejatinya kita yang tahu. Layak diposting atau tidak. Pantas disebarkan atau tidak. Menulis detail wanita malam atau profesi sejenis lainnya, tidak masalah, kok, Bu. Yang penting ingat batas itu tadi.

Setelah tulisan selesai, silakan melakukan swasunting. Swasunting terkait logika cerita, penulisan, dan tata bahasa. Bisa juga meminta bantuan teman lain sebagai pembaca pertama untuk memberikan masukan. Singkatnya, beberpa waktu lalu saya mendapat tugas dr sekolah tempat saya mengajar utk mewakili lomba menuls cerpen. Alhamdulillah juara 3 itu pertma kali saya berhasil. dan 2 kali ikut semacam lomba menulis cerpen dan kedua tulisan saya dimuat di buku antologi akhirnya saya sangat bersemangat dan bemimpi sekali utk bisa menerbitkan novel, sudah saya mulai dan sampai di tengah2, sekitr 145 h. tulisan saya mandek sampai sekarang dan belum bisa saya lanjutkan. Saya merasa buntu bagaimana meneruskannya?

Pertanyaan kedua, Ib.Purna

a.mohon penjelasannya bagaimana cara dan contoh membuat kerangka agar jika imajinasi sedang buntu, cerita tetp bs dlanjutkan?

b.    Lebih baik mana, bagi pemula spt saya, dan jika terkendala dg biaya penerbitan, sebaiknya menulis d platform2 menulis online saja dulu atau langsung menerbitkan buku?

Jawab MazMo: Terima kasih pertanyaannya, Bu Purna.

a.     Kuatkan kembali niat untuk menyelesaikannya. Membuat kerangka novel bisa ditulis garis besar per bab, ya, Bu. Dalam setiap garis besar pastikan memuat rangkaian kejadian yang dialami tokoh dan ada perkembangan karakter tokoh.

Intinya tergantung nyamannya di mana, Bu. Platform menulis online juga oke.

b.    Penerbitkan buku secara indie juga bisa jadi pilihan. Namun, tidak salah juga mencoba menawarkan ke penerbit mayor.

Pertanyaan ketiga

Saya HR Utami dari Semarang.

Misalnya ini, bisakah jadi tema?

1.       (Menjadi) Tamu Istimewa di Baitulloh,

2.        Ibuku Guruku,

3.       Andai Waktu Bisa berulang,

4.       Selayar Bersamanya,

5.       Di Penghujung malam Aku Bersimpuh.

dan bagaimana cara mencari judul yang menarik  termasuk untuk resume  cerita fiksi

 Bagaimana, bund?

Jawab:

Selamat malam, Bu Utami. Terima kasih pertanyaannya. Bisa jadi tema, kok, Bu. Menentukan judul sebaiknya setelah tulisan selesai. Judul juga harus merujuk ke isi tulisan.

Pertanyaan keempat, Ahmad, S.Pd. (Maluku)

1.    Dalam menulis cerita fiksi,, membuat judul seperti apa yang harus dipakai supaya banyak menarik minat pembaca?

2.    Dari pengalaman bapak sampai bisa sehebat sekarang dalam menulis fiksi, kendala apa yang pernah bapak rasakan selama menulis fiksi.

3.    Cerita fiksi bertema apa yang paling bapak suka untuk menulisnya ??

Jawab MazMo

Walaikumsalam, Pak Ahmad.

1.    Judul yang menarik adalah yang unik, memiliki keterbacaan tinggi, dan menggoda;

2.    Kendala utama adalah komitmen menyelesaikan tulisan yang kadang-kadang turun naik;

3.    Sekarang fokus tema pendidikan dalam bentuk cerita anak. Contohnya buku saya yang diterbitkan dalam bentuk e-book oleh penerbit ANDI Yogyakarta tentang materi pelajaran IPA Pesawat Sederhana yang ditulis dalam bentuk cerita anak yang bisa diakses di sini. https://play.google.com/store/books/details/Sudomo_S_Pt_Bermain_Sambil_Belajar?id=1R9_EAAAQBAJ

Pertanyaan kelima

Izin bertanya saya novita sari, asal bukittinggi.

 

1.       Saya tertarik melihat latar belakang bapak dari jurusan peternakan. Tapi bisa melahirkan buku2 fiksi. Apa yang melatarbelakangi bapak bisa suka dengan fiksi?

2.       Fiksi tentu kita butuh kosakata yang banyak. Pernah tidak bapak terkendala saat menulis naskah fiksi. Seperti kebuntuan, bagaimana cara bapak mengatasinya?

3.       Dari karya fiksi yang bapak tulis. Buku mana yang menurut bapak yang lebih ekstra dalam menyelesaikannya. Maksud nya diantara banyak buku, yang man lebih menantang dan kenapa?

Jawab MazMo

Selamat malam, Bu Sari. Terima kasih pertanyaannya.

1.       Saya suka baca cerita fiksi sejak masih SD;

2.       Kosa kata bisa kita pelajari dari membaca karya fiksi orang lain. Saat membaca saya selalu memberi tanda kemudian mencarinya di KBBI. Selanjutnya praktik menggunakan kata tersebut dalam tulisan. Kendala sudah dijawab sebelumnya, ya, Bu.

3.       Yang paling menantang adalah Di Penghujung Pelukan. Alasannya adalah ini adalah buku kumpulan cerpen duet. Pembagiannya bukan pada tiap cerita, tetapi satu cerita dibagi dua dan ditulis bergantian dari premis yang sudah disepakati. Saat saya menulis awal sampai pertengahan, partner melanjutkan hingga ending. Demikian sebaliknya.

Pertanyaan keenem

Sy Eli dari Lebak

Menulis fiksi bagi saya sangat sulit karena harus banyak berimajinasi.

Untuk mendapatkan imajinasi bagaimana caranya, terus cara menuangkan imajinasi dalam tulisan fiksi juga bagaimana?

Jawab MazMo

Walaikumsalam, Bu Eli. Imajinasi tergantung masing-masing pribadi penulis. Bukan bakat, tetapi bisa dilatih. Menonton film atau menyepi bisa jadi mengembangkan imajinasi. Sering mendengar cerita teman juga dapat membantu mengembangkan imajinasi.

Pertanyaan ketujuh

Saya Asma dari Asam-asam. Kalsel.

Bagaimna membngun percaya diri untuk membuat suatu cerita?

Jawab MazMo

Walaikumsalam, Bu Asma. Membangun percaya diri untuk membuat suatu cerita itu gampang, Bu. Mulai menulis cerita fiksi kemudian selesaikan. Selalu terbukalah terhadap kritik yang membangun. Sadari bahwa tidak ada tulisan fiksi yang jelek. Tulisan fiksi yang jelek adalah yang ditulis tetapi tidak diselesaikan.

Pertanyaan kedelapan

Assalamualaikum pak sudomo. Saya Abidah dari NTT.

Terimakasih materinya sangat bermanfaat.

Pertanyaan saya:

1.       Menulis cerita fiksi dalam pov orang ketiga jamak, menurut bapak bagusnya deskripsi perasaan tokonya tuh langsung dengan kalimat yg  sejelas-jelasnya atau penggambaran melalui ekspresi tokoh?

2.       Untuk mendeskripsikan tokoh pada cerita fiksi, kalau menurut bapak lebih baik langsung deskripsi di awal-awal bab atau biarkan sejalan dengan berlangsungnya cerita?

Jawab MazMo:

1.       Melalui ekspresi berpegangan pada prinsip show don't tell

2.       Biarkan sejalan dengan cerita

Pertanyaan kesembilan, Dwi Astuti

Selamat malam Bu Afifi, ijin bertanya untuk Pak Domo, Bagaimankah dengan pengalaman yang di buat menjadi cerita fiski, apakah tempat dan kejadian ataupun tokoh juga di fiksikan. Terimakasih.

Jawab MazMo:

Selamat malam, Bu Dwi. Itu pilihan ya, Bu. Kalau memang untuk keperluan setting, silakan sama persis. Misalnya setting tempat wisata. Namun, jika sekiranya akan memicu masalah, sebaiknya difiksikan saja.

Pertanyaan kesepuluh, D N Sarjana Bali

Terkait dg konflik, saya pernah diminta konflik hrs jelas dlm bentuk pertentangan dua tokoh semisal. Padahal saya sering menarasikan konflik tokoh tsb bukan semata mata debat, Pertanyaan

1.       Apa konflik itu hrs semacam debat dua tokoh?

2.       Apakah cerpen (fiksi) hrs ada konflik? Trims

 

Pertanyaan kesebelas, Lily –Alor

Melihat latar belakang pendidikan, Mas Mazmo bukan dari FKIP. Pertanyaannya adalah apa yang membuat Mas tertarik menjadi guru dan lihai menulis di media. Boleh dong dibagi pengalamannya saat mengikuti program Guru Penggerak.

Terima Kasih, karena materi yang disampaikan malam ini sepertinya klik dengan apa yang saya alami. Jika dibandingkan   saya lebih tertarik menulis fiksi karena kita bisa mengembangkan imajinasi yang ada di dalam pikiran kita. Tetapi terkadang, ide atau niat tersebut terhenti dan menjadi blank di kepala saat waktu menulis terjeda dan saat akan menulis kembali muncul ide baru lagi. Apakah Kita harus memaksa untuk melanjutkan cerita pertama atau memulai ulang ide yang baru muncul.

Pembaca yang budiman, pertanyaan terakhir terjeda karena masalah jaringan. Bu Ovi menyampaikan jika untuk materi malam ini Narasumber memberikan kita tantangan sebagai follow up dari materi malam ini yaitu peserta wajib membuat cerita fiksi. Tantangan MazMo langsung dieksekusi oleh Bu Ovi dengan membuat group penulis fiksi. Peserta KBMN angkatan ke-29 menyambut dengan antosias dengan bergabung di group penulis fiksi. Semoga Allah memudahkan mimpi para peserta KBMN angkatan ke 29dan buku kumpulan fiksi dapat terwujud. Aamiin.

  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengatasi Virus WB

Membuat Buku Ajar