Memaknai Kemerdekaan
Judul: Memaknai
Kemerdekaan
Resume ke- 23
Gelombang 29
Hari/Tanggal: Rabu, 16
Agustus 2023
Tema: Makna Kemerdekaan
Narasumber: Dr. Wijaya
Kusumah, S.Pd.
Moderator: Yandri Novita
Sari, S.Pd.
Sahabat
bloger yang budiman
Pada pertemuan ke-23, tidak seperti biasanya,
karena kesibukan masing-masing peserta, sehingga pertemuan via zoom meeting hanya
diikuti beberapa peserta. Terjadi perubahan Narasumber, yang sedianya Bp. Catur
Nurrohman Oktavian, M. Pd., karena adanya kesibukan beliau, maka digantikan
oleh Om Jay, vonder bloger yang hebat luar biasa. Dari tangan beliaulah lahir komunitas
penulis yang berkembang pesat sehingga lahir penulis-penulis hebat dan berbakat
dengan karya yang beragam.
Nuansa kemerdekaan menjadi topik pembicaraan malam
itu. Bahkan pertanyaan yang muncul kali pertama adalah ‘sudahkah kita merdeka? Menurut
Om Jay, kemerdekaan sesungguhnya milik semua orang. Sebagai komunitas penulis,
kita telah mendapatkan kemerdekaan. Namun belum semua penulis yang ada di
komunitas KBMN belum mengoptimalkan kemerdekaan yang kita miliki. Mengapa
demikian?
Kebebasan menulis tentang apapun bisa kita lakukan
tanpa batas ruang dan waktu. Oleh karena itulah Om Jay berpesan bahwa agar
dalam menggunakan kebebasan hendaknya kita ingat singkatan CABE. Apa itu CABE?
1. C: Cakap digital, maksudnya
adalah bahwa sebagai seorang bloger, kita optimalkan blog yang kita miliki.
Menulis tentang hal baik apa saja secara konsisten, sehingga blog kita tidak
untuk sarang laba-laba atau kosong tak berpenghuni. Betapa sangat disayangkan
jika sampai seperti ini.
2. A: Aman digital, maksudnya adalah
agar kita membuat verifikasi dua langkah di WhatsApp agar WhatsApp kita aman
dari orang-orang jahat digital.
3. B: Budaya digital, maksudnya
adalah kita harus bijak dalam membudayakan penggunaan digital, misalnya budaya
belanja online. Kita harus dapat mengoptimalkan kemudahan dalam menggunakan
digital termasuk dalam berbelanja agar lebih efektif dan efisien. Dengan
demikian waktu yang kita miliki dapat lebih dioptimalkan untuk hal lain termasuk
untuk menulis daripada sekedar pergi berbelanja.
4. E: Etika digital, maksudnya
adalah kita harus punya etika yang baik dalam menggunakan vasilitas kemudahan
digital. Misalnya tidak menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian, tidak
main copas dan comot karya orang serta bertanggung atas semua informasi yang
kita publish. Menulis dan berbagi hal baik melalui vasilitas digital adalah
sebuah kebutuhan bagi penulis yang ingin memiliki karya buku solo.
Sahabat Bloger yang Budiman,
Jika prinsip CABE telah dimiliki oleh seorang
penulis, tentulah bukan hal sukar untuk menghasilkan buku solo. Semakin banyak
berbagi hal baik pada orang lain melalui jejak digital, maka mahkota bagi
seorang penulis bukan hal sulit untuk diwujudkan. Begitu pesan yang disampaikan
Om Jay untuk mengakhiri pertemuan. Tetap semangat, salam literasi dan Merdeka!!!
Komentar
Posting Komentar