Usaha Penerbitan Buku

 


        Judul                  : Usaha Penerbitan Buku

Resume             : ke- 29

Gelombang       : 29

Hari/Tanggal   : Rabu, 30 Agustus 2023

Tema                 : Penerbitan Buku

Narasumber     : Mukminin, M.Pd.

Moderator        : Gina Dwi Septiani, S.Pd.


                Sahabat bloger yang budiman,

Pada pertemuan ke 29 ini, materi yang disampaikan Narasumber adahah tentang usaha penerbitan buku dengan berbagai permasalahan yang terkait. Narasumber Bapak Mukminin, M.Pd. dengan moderator Ibu Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd. Bapak Mukminin, M.Pd. adalah seorang guru di SMP Negeri 1 Kedungpring Lamongan sejak Tahun 1989-2023 (34 Tahun). Selain itu, Bp. Mukminin adalah seorang konsultan Umroh dan Haji Plus PT Arminareka Perdana cabang Lamongan dari Tahun 2014 sampai saat ini, penulis buku dan direktur penerbit buku Kamila Press, Lamongan.

Bapak Mukminin yang lahir di Jombang pada tanggal 6 Juli 1965 ini mengaku baru belajar menulis pasa saat usianya memasuki 55 tahun. Pri yang akrab disapa dengan Cak Inin ini percaya bahwa diantara kunci sukses adalah adanya keyakinan dan niat kuat sehingga mampu mewujudkan semua impian dan rencananya. Selain itu salah satu ciri orang sukses adalah bahwa kehadirannya bermanfaat untuk orang lain.

Disampaikan dengan gambling tentang awal mula mendirikan Kamila Press. Ketika mengikuti KBMN gelombang 8, sebagai tugas akir, beliau menyiapkan buku solo kemudian covernya dishare di group KBMN. Salah satu peserta lain dari Bengkulu malah memintanya untuk menerbitkan tulisannya. Kemudian beliau berdiskusi dengan temannya yang memiliki penerbit dan percetakan. Tidak disangka temannya malah mengajaknya untuk bergabung dan disarankan untuk menerima tawaran dari temannya, kemudian dibuatkan logo untuk penerbitan bukunya yang diberi nama Kamila Press, tepatnya pada tabggal 9 September 2019 di Lamongan.

 Kecintaannya pada dunia menulis ditekuni hingga akhirnya beliau mampu membuat karya solo yang berjudul “Kidung Hati” dan ‘Jurus Jitu Menjadi Penulis”, hingga saat ini telah terjual sebanyak lebih dari 500 eksemplar. Selain itu Cak Inin juga sukses berduet dengan Ibu Noralia Purwa Yunita dengan judul bukunya “Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku” dan beberapa buku Antologi. Beberapa buku antologi yang telah dihasilkan Cak Inin antara lain berjudul: Menggiatkan Literasi, Mencerdaskan Generasi, Panorama Pantun, Merajut Kata Selaksa Makna, Guruku Idolaku, Ibuku Inspirasiku dan Gemilang Prestasiku.

A.      Defisini ISBN dan QRCBN

ISBN merupakan akronim dani International Standart Book Number merupakan kode yang digunakan untuk mengidentifikasi buku yang bersifat unik dan beriisi informasi tantang judul, penerbit, dan kelompok penerbit. Sedangkan QRCBN merupakan aplikasi untuk mengidentifikasi buku dengan menggunakan scan barcode yang akan menampilkan banyak informasi mengenai buku yang sudah diterbitkan.

B.      Perbedaan ISBN dan QRCBN

ISBN digunakan untuk mengidentifikasi buku cetak secara global sedangkan QRCBN digunakan untuk mengidentifikasi buku elektronik atau e-book.

C.         Syarat Mengajukan no Buku ber-ISBN

1.   Penerbit harus memiliki link berbayar.

2.   Buku yang diajukan No. ISBN harus dikirim lengkap ke web penerbit lalu linknya dikirim ke petugas Perpusnas:

a.     Cover Buku

b.     Halaman awal buku.

c.      Isi buku (synopsis yang dicover belakang)

d.    Permohonan buku ISBN harus mengirim Surat Pernyataan Keaslian Karya bermaterai Rp. 10.000 ditandatangani penulis mengetahui penanggungjawab penerbit dengan stempel penerbit.

e.    Naskah buku yang sudah dilayout bentuk PDF lengkap atau utuh (Judul, Penulis dan Penerbit).

3.   Buku yang tidak mendapat ISBN antara lain:

a.    Buku antologi dengan 4 penulis.

b.    Buku antologi tentang literasi sekolah, kegiatan kelompok literasi (group antologi kelompok penulis guru penggerak tidak bisa di-ISBNkan.

c.     Skripsi, Tesis, Disertasi, hasil penelitian (Best Practice) tidak bisa di-ISBNkan.

Sahabat Bloger yang budiman,

Semboyan Cak Inin yang sangat menginspirasi:

“Tidak ada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang kita sukai, kita lihat, kit abaca, kita dengar dan kita rasakan untuk berbagi kebaikan” (Mukminin, M.Pd.).

Cak Inin juga menyampaikan tentang perbedaan penerbit Mayor dan penerbit Indie.

Penerbit Mayor

Penerbit Indie

1.  Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

1.   Hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

2.   Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti diterbitkan. ini adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya

3.  Profesional dengan didukung banyak personil

3.   Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit kita. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus),di Kamila Press,  dijaga mutu , cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu penerbitan

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

4.   penerbit indie akan segera memproses naskah yang diterimanya dengan cepat, dalam hitungan minggu buku sudah bisa terbit. Penerbit indie tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu, melainkan menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga  tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

5.   Umumnya 15-20%  dari harga buku. Buku dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6.  Biaya Penerbitan

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

6.   Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

 

 

Urutan naskah yang dikirim ke penerbit Indie:

Judul dan penulis

Sekapur Sirih

Kata Pengantar

Daftar Isi

Naskah urut sesuai urutan pada daftar isi

Foto dan biodata penulis

Sinopsis (rangkuman isi buku)

Daftar Pustaka (Jika ada).

 

Sahabat Bloger yang budiman,

 

                Setelah mendapatkan banyak informasi dari Cak Inin, tentunya banyak dari para                     sahabat yang sudah memiliki gambaran dalam menerbitkan buku. Terlebih disampaikan             oleh         Cak Inin bahwa dalam rangka menyambut HUT Kamila Press Lamongan, maka                 pencetakan buku selama bulan Juli-Oktober 2023 akan mendapatkan diskon Rp. 100.000,             keren bukan? Yuk kuatkan niat dan tekad untuk dapat membuat karya buku selagi masih             ada kesempatan. Salam literasi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengatasi Virus WB

Membuat Buku Ajar