Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Judul : Menjadikan Menulis Sebagai
Passion
Resume : ke-2
Gelombang : 30
Hari/Tanggal : Rabu, 18 Oktober 2023
Tema : Menulis Setiap Hari
Narasumber : Dra. Sri Suguastuti, M.Pd.
Moderator : Widya Arema
Sahabat bloger yang budiman,
Pada pertemuan kedua, tepatnya hari Rabu, 18
Oktober 2023, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 30 ditemani
Narasumber hebat Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd., atau yang dikenal dengan
sebutan Bunda Kanjeng. Moderator kali ini adalah Ibu Widya Arema seorang alumni
KBMN gelombang ke-21 sekaligus sebagai salah satu Tim Solid KBMN dengan mengangkat
tema “Menjadikan Menulis sebagai Passion”.
Kegiatan diawali dengan berdoa bersama dilanjutkan
dengan endorsement produk buku terbaru tentang Biografi Bunda Kanjeng yang
berjudul “Merapal Jejak Bu Kanjeng”.
Tema yang diangkat malam ini telah benar-benar
dilakukan Bunda Kanjeng dengan sangat baik, hal itu dibuktikan dengan banyaknya
karya yang telah dihasilkan. Berbagai praktik baik dibagikan secara gratis
kepada seluruh peserta KBMN. Contoh karya Bunda Kanjeng diantaranya dapat
dikunjungi melalui tautan:
1. http://www.srisugiastutipln.com/2023/09/sekolah-kecil-dan-bantuan.html
2. http://www.srisugiastutipln.com/2023/09/new-celosia-dan-wahana-kekinian.html
3. http://www.srisugiastutipln.com/2023/09/motivasi-jangan-lelah-berdoa.html
4. http://astutianamudjono.blogspot.com/2014/01/sayangi-aku-apa-adanya-please.html
5. http://astutianamudjono.blogspot.com/2023/02/kacamata-bu-kanjeng-di-era-digital.html
6. http://myworldmyeverythings.blogspot.com/2020/04/enaknya-jadi-blogger.html
7. http://cahayabundaastuti.blogspot.com/2023/03/troy-andalan-penggemar-film-kolosal.html
Sahabat
bloger yang budiman,
Dari
berbagai contoh tulisan Bunda Kanjeng tergambar bahwa semua karyanya berisi
tentang segala hal yang beliau lakukan. Semua yang ditulis terasa enak dibaca
dan indah dilihat. Apapun yang Bunda kanjeng tulis, membawa pembaca seolah
berada pada keadaan yang diceritakan terlebih dengan sisipan gambar-gambar yang
indah dan menarik.
Menurut
Bunda Kanjeng menulis bukanlah bakat, melainkan sebuah keterampilan yang
diperoleh dari hasil belajar merangkai kata yang dilakukan secara terus
menerus. Banyak pembenaran yang dijadikan alasan untuk tidak menulis
diantaranya karena sibuk, tidak punya waktu, banyak urusan dan masih banyak
alasan lain. Alasan lain yang sering
dikemukakan oleh sebagian penilis pemula adalah minimnya ide, padahal setiap
saat ide ada disekitar kita, apapun keadaan yang sedang kita hadapi sebenarnya
sumber ide yang bisa dirangkai menjadi tulisan.
Beberapa
kendala yang terkadang menghambat bagi seseorang dalam menulis adalah
1.
Merasa tidak punya bakat menulis
2.
Tidak punya waktu cukup
3.
Tidak memiliki ide
4.
Tidak mau dikritik
5.
Tidak suka menulis
Dari
berbagai hambatan di atas sebenarnya dapat diatasi dengan banyak membaca dan
berdiskusi dengan teman atau kawan yang memiliki permasalahan sama ataupun
tidak. Semua yang ada disekitar kita, dapat dilihat dan dirasakan sejatinya
sumber ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan atau cerita.
Masih
menurut Bunda Kanjeng, beberapa persiapan dapat dilakukan sebelum menulis diantaranya:
1.
Menggali dan menemukan gagasan atau ide
Kegiatan
ini dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap kejadian atau peristiwa yang
terjadi, imajinasi dan kajian pustaka melalui branstorming.
2.
Menemukan tujuan, genre dan segmen pembaca
Sasaran
pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan.
Selain itu harus dapat dipastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable.
3.
Menentukan Topik
Menentukan
topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang
dipilih dan siapa sasaran pembacanya. Jika sasarannya adalah orang tua
(manula), maka penulis bisa menentukan tulisan dengan topik yang sesuai, misal “Hidup
Sehat di Usia Senja”.
4.
Membuat Outline
Outline
adalah kerangka tulisan yang menggambarkan materi yang akan ditulis.
Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, terstruktur,
terpadu dan memiliki penekanan.
5.
Mengumpulkan Bahan Materi/Buku
Penulis
wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif
dan referensi.
Beberapa
sarat dan ketentuan agar karya dapat terakreditasi ISBN
1.
Surat Keaslian Karya
2.
Mengirim naskah siap cetak
3.
Mengirim cover
Ketentuan
Naskah
1.
Minimal 50 halaman (tidak termasuk halaman prelims,
daftar pustaka dan lampiran).
2.
Naskah sudah harus rapih editing dan layout.
3.
Hindari naskah yang berkaitan dengan penelitian,
jika isi naskah merupakan hasil penelitian, dapat diubah ke format buku bacaan
umum.
4.
Jangan mencantumkan lembaga lain berupa logo atau
semacamnya pada isi naskah dan cover kecuali logo penerbit.
Untuk
lebih jelasnya, jika sudah punya karya dapat menghubungi Bunda Kanjeng denga no
contak 0896-9259-3804 atau melalui Yassin Cahyo dengan no kontak
0821-3998-0210.
Pesan
Bunda Kanjeng di akhir sesi:
1.
Menulis dan membaca adalah kegiatan literasi yang
akan mencerdaskan siapa saja yang menyadari punya potensi sejak dilahirkan.
2.
Menulis banyak manfaat, tidak ada kata terlambat
atau tidak bisa jika belum dicoba atau dipraktikkan.
3.
Teruslah membaca dan menulis agar ada jejak digital
yang diwarikan sekaligus sebagai jejak bahwa kita pernah hidup.
4.
Jangan ragu untuk memulai, karena keraguan akan
menghambat setiap perjalanan dan impian.
5.
Setiap kita adalah karya yang indah dan buku
sejarah yang sangat tergantung dari kita kapan akan membuka atau menutupnya.
Terimakasih Bunda Kanjeng atas tips dan motivasinya, semoga
kita dapat mengikuti jejak beliau, terinspirasi dan terus semangat untuk berlatih
dan berkarya. Aamiin…
Komentar
Posting Komentar